Sensasi Gempa Buatan 9 Skala Richter di Bandung

Pernahkah anda membayangkan sedang berada di sebuah ruangan yang digoyang gempa berkekuatan 9 Skala Richter? Jika anda ingin mencoba sensasinya, traveler harus liburan ke Kota Bandung ya.

Nah, ada satu wahana di Lembang, Kabupaten Bandung Barat yang menghadirkan sensasi guncangan gempa dari 5 hingga 9 SR. Wahana edukasi tersebut bernama Rumah Gempa.

Rumah Gempa ialah sebuah ruangan simulasi yang terletak di Kota Mini, Floating Market. Cirinya, bangunan luar wahana ini berbentuk seperti rumah yang retak.

Pengunjung dapat masuk ke dalam sebuah ruangan seluas 3×5 meter yang didekorasi mirip dengan ruangan di rumah, lengkap dengan meja, kursi dan lampu gantung.

Sebelum simulasi pun dimulai, pemandu wahana akan menjelaskan tata cara keselamatan dan kekuatan gempa apa saja yang akan dirasakan pengunjung.

“Nanti kita akan merasakan gempa seperti yang terjadi di Aceh hingga Myanmar,” ungkap pemandu wahana.

Simulasi dimulai, pada goncangan 5 SR tampak ekspresi pengunjung masih datar. Tetapi, saat masuk ke 9 SR, jeritan dari pengunjung tak tertahankan. Lampu dan vas bunga yang berada di atas meja bergoyang kencang.

Kemudian untuk menambah kesan nyata, pengunjung dihadapakan dengan layar yang menampilkan benda-benda berjatuhan, selaras dengan goncangan yang dirasakan pengunjung.

Untuk masuk ke wahana ini, pengunjung cukup membayar Rp 25 ribu dan membayar Rp 20 ribu untuk masuk ke kawasan wisata Floating Market.

“Memang agak pusing juga, tapi ‘worthed’ karena menambah pengetahuan juga dari video yang ditampilkan,” terang dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Parkir Sembarangan, Puluhan Kendaraan di Bandung Ditilang

Sab Jun 15 , 2019
Sekitar 46 kendaraan ditilang oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung dan Satlantas Polrestabes Bandung saat sedang melaksanakan kegiatan operasi penertiban parkir liar. Kasubnitgakkum Dishub Kota Bandung Bondan Irawan menyebutkan, bahwa kegiatan tersebut dilakukan karena masyarakat di Bandung masih kurang berdisiplin untuk memarkirkan kendaraannya. Padahal kegiatan tersebut, sudah dimulai sejak empat […]
%d blogger menyukai ini: