Zakat Profesi Meningkat Hampir 1.000%

Seiring dengan adanya peningkatan penghasilan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bandung Barat, pembayaran zakat profesi dari ASN melonjak cukup signifikan. Sebelumnya uang yang terkumpul ialah sekitar Rp 20-30 juta per bulan, saat inu menembus hingga Rp 200 juta per bulan.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bandung Barat Hilman Farid menyebutkan, jika instruksi bupati dalam surat Nomor 400/1188/Kesra tentang Optimalisasi Pengumpulan Zakat di Lingkungan Pemkab Bandung Barat yang diterbitkan pada awal tahun ini juga memengaruhi pembayaran zakat profesi oleh para ASN.

Melalui instruksi bupati, penghasilan ASN dipotong 2,5 persen untuk zakat profesi. Tetapi, tak ada paksaan bagi ASN untuk memberikan zakat profesinya. Pembayaran zakat profesi bergantung kemampuan ASN, yang dituangkan dalam surat pernyataan kesediaan menjadi pemberi zakat atau muzakki.

“Ya, sebelumnya cuma segitu, sekitar Rp 20-30 juta per bulan. Namun, sejak ada instruksi langsung dari bupati, maka dalam tiga bulan terakhir ini atau sejak April kemarin, zakat profesi dari ASN di Pemkab Bandung Barat naik. Nilainya jadi berkisar di angka Rp 200 juta per bulan,” ucap Hilman, pekan lalu.

Menurutnya, nilai zakat profesi sebenarnya masih bisa maksimal lagi, melalui sumbangan pejabat setingkat kepala seksi (kasi) ke atas. Apabila hal tersebut diberlakukan secara keseluruhan hingga ASN di kewilayahan, termasuk tenaga pendidik (guru), maka nilainya bisa lebih besar lagi.

Dengan total jumlah ASN di KBB sekitar 10.000 orang, jika setiap orang memberikan zakat profesi sebesar Rp 100.000, maka uang yang terkumpul bisa mencapai Rp 1 miliar. “Pak Bupati sendiri menargetkan angkanya bisa mencapai Rp 500-700 juta per bulan,” ungkapnya, didampingi Staf Bagian Pengumpulan dan Pendistribusian, Ujang Rohman.

Menurutnya, Baznas KBB dipercaya menerima titipan zakat profesi berupaya untuk menyalurkannya tepat sasaran. Penyalurannya diharapkan menjadi penopang program pemerintah yang pembiayaannya tidak oleh APBD. Seperti, untuk membantu program kemiskinan, pembangunan masjid, rehabilitasi rumah tidak layak huni, membantu masyarakat jompo, hingga beasiswa mahasiswa tak mampu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Polres Garut Sempat Gratiskan Biaya Perpanjangan Pajak

Sel Jul 2 , 2019
Polres Garut sempat menggratiskan biaya perpanjangan pajak kendaraan bermotor bagi seratus warga. Kegiatan tersebut dikemas dalam tema Samdong (Samsat Gendong) Online yang merupakan rangkaian peringata HUT ke-73 Bhayangkara, pada Senin 1 Juli 2019. Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna menyebutkan program ini dkhususkan bagi warga pemilik kendaraan roda dua atau […]
%d blogger menyukai ini: