Edukasi Mitigasi Bencana di Rumah Gempa

Gempa dari seperangkat alat mekanik yang didesain sedemikian rupa untuk menghasilkan kondisi seperti sedang terjadi gempa. Terlihat juga ada layar dengan ukuran yang besar menampilkan visual yang mendukung situasi layaknya gempa sungguhan.

“Seru sih, saya belum pernah merasakan gempa. Tadi saya sudah agak takut, karena dari luar suaranya ricuh. Pas di dalam, mulai dari 7 SR, saya juga deg-degan karena getarannya keras. Apalagi yang 9 SR,” ucap Keisha (12), wisatawan asal Bali yang mengunjungi Kota Mini di Floating Market, pekan lalu.

Dari memasuki wahana Rumah Gempa itu, dia sempat dapat membayangkan bagaimana jika sewaktu-waktu mengalami kejadian gempa bumi. “Tadi di dalam dikasih petunjuk, kalau ada gempa harus berlindung di bawah meja dan diam sampai aman, atau cari tempat luas yang jauh dari pohon,” ujarnya.

Operational dan Marketing Kota Mini, Leni Marleni mengatakan, Rumah Gempa sebagai salah satu wahana terbaru di Kota Mini. Ibarat kota fantasi, Kota Mini yang merupakan tempat wisata edukatif bagi anak-anak untuk mengenal berbagai profesi atau lingkungan.

“Mulai dibuka Juni 2017, saat ini total ada 24 wahana edukasi di Kota Mini. Kami terus berinovasi, dari semula cuma ada 15 wahana. Untuk Rumah Gempa, kami baru buka sekitar setahun terakhir, tapi sempat kami tutup untuk renovasi. Ini pun mungkin perlu ditambah beberapa efek lagi, supaya lebih mirip gempa yang sesungguhnya,” ungkapnya.

Dengan menghadirkan wahana Rumah Gempa, diharapkan anak-anak dapat teredukasi dan melakukan langkah antisipasi.

“Kekuatan goyangannya tergantung dari skala gempa yang disimulasikan. Kalau 5 SR, ya agak pelan. Mulai dari 7 SR sih yang lebih kencang. Namun, simulasi gempa ini enggak menunjukkan kekuatan goyangan dari gempa yang ril. Jadi, ini bentuk fiksi dari gempa asli, biar anak-anak enggak terlalu kaget kalau ada gempa,” tuturnya.

Jika anda ingin memasuki Kota Mini, setiap pengunjung dikenakan tiket masuk Rp 25.000. Dengan rata-rata durasi permainan sekitar 15 menit, di setiap wahana yang ada di Kota Mini diberi tarif antara Rp 25.000 sampai Rp 50.000. “Di Kota Mini ini juga ada boarding pass, Rp 97.000 untuk memasuki lima wahana. Kami juga sedang rencanakan tiket masuk untuk all wahana,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Irigasi dan Musim Kemarau, Ribuan Petani Cianjur Terancam Menganggur

Sel Jul 9 , 2019
Ribuan petani di wilayah Kecamatan Cibeber terancam menganggur setelah lahan pertanian mereka tak bisa digarap. Musim kemarau ditambah dengan rusaknya irigasi, membuat lahan tersebut berpotensi tak bisa lagi digunakan untuk bercocok tanam karena minim air. Para petani padahal sudah berencana untuk mulai beralih ke palawija saat musim kemarau berlangsung agar […]
%d blogger menyukai ini: