Irigasi dan Musim Kemarau, Ribuan Petani Cianjur Terancam Menganggur

Ribuan petani di wilayah Kecamatan Cibeber terancam menganggur setelah lahan pertanian mereka tak bisa digarap. Musim kemarau ditambah dengan rusaknya irigasi, membuat lahan tersebut berpotensi tak bisa lagi digunakan untuk bercocok tanam karena minim air.

Para petani padahal sudah berencana untuk mulai beralih ke palawija saat musim kemarau berlangsung agar lahan digunakan bergantian. Tetapi, hal tersebut dirasa tidak memungkinkan setelah melihat kondisi terakhir. Apalagi, memang tidak ada air sama sekali untuk digunakan bertani.

”Kondisi kekeringan saat ini, membuat petani tidak bisa berbuat apa-apa. Terutama di musim tanam berikutnya,” ungkap seorang petani, Imas (52), Jumat 5 Juli 2019.

Menurutnya, hingga saat ini hasil panen petani menurun drastis hingga 50 persen. Biasanya mereka bisa memperoleh 8 ton per hektare, tapi kini setidaknya hanya 4-5 ton per hektare yang bisa diperoleh. Hal tersebut, sedikit banyak dipengaruhi oleh minimnya pengairan sejak dua bulan lebih.

Ia mengaku, pada akhirnya petani di kawasan tersebut hanya bisa memanen padi meskipun hasilnya tidak sesuai dengan harapan. Imas menilai, musim kemarau juga diprediksi akan terus berlangsung dan kemungkinan petani tak bisa menanam padi untuk masa tanam berikutnya.

”Petani di sini berharap pemerintah bisa secepatnya memperbaiki bendungan irigasi Cikondang. Selama belum diperbaiki, sawah pasti sulit dapat air, tidak bisa cuma mengandalkan hujan yang tidak bisa diperkirakan kapan akan turun,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

19 Gempa Susulan Pascagempa Magnitudo 7 di Ternate

Sel Jul 9 , 2019
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) mencatat, hingga Senin (8/7/2019) pukul 00.54 WIB, ada 19 aktivitas gempabumi susulan atau aftershock pascagempa magnitudo 7 di Ternate. BMKG pun terus memonitor perkembangan gempa bumi susulan dan tinggi muka air laut yang terdapat di 6 stasiun pasang surut yakni Bitung, Tobelo, Ternate, […]
%d blogger menyukai ini: