Tetap Tenang di Daerah Rawan Gempa Tsunami

Warga di Kabupaten Pangandaran terutama yang bermukim di daerah pesisir pantai mengaku cukup resah dengan adanya pemberitaan dari para pakar Tsunami dari Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT) yang memprakirakan, gempa megathrust dengan magnitudo 8,8 berpotensi terjadi di selatan Pulau Jawa dan bisa menyebabkan timbulnya gelombang tsunami dengan ketinggian 20 meter di sepanjang pantai tersebut.

Kekhawatiran dirasakan oleh sejumlah para pelaku usaha pariwisata di Kabupaten Pangandaran. Hal tersebut diketahui dari tanggapan yang disampaikan melalui media sosial Whatsapp dan Facebook.

Menyikapi adanya kajian dari para pakar tsunami dan gempa bumi yang di gelar di Yogyakarta beberapa waktu lalu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran menyampaikan press rilisnya dari pihak BMKG Bandung. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran, Nana Ruhena menanggapi, jika dirinya tidak bisa berbuat apa-apa soal hasil kajian dari para pakar tsunami dan gempa bumi di Yogyakarta.

“Itu yang berbicara kan para pakar, kita tidak bisa menyangkalnya. Dan informasi tersebut walau menakutkan harus disampaikan kepada masyarakat tujuannya agar kita selalu waspada,” ungkap Nana saat dikonfirmasi melalui telepon, Kamis, 18 Juli 2019.

Menurut dia, yang disampaikan di beberapa berita ialah kemungkinan terburuk berdasarkan model teoritis, karena waktu kejadiannya tidak dapat diprediksi. “Yang perlu kita lakukan bersama, adalah melakukan langkah mitigasi pengurangan resiko gempa dan tsunami secara bertahap dan dimulai dari yang kecil disekitar kita,” ujarnya.

Nana menggambarkan, dengan menyusun rencana jalur evakuasi saat terjadi gempa yaitu ke tempat terbuka terdekat di halaman yg aman, jalur evakuasi tsunami di sekitar pantai ke tempat yang lebih tinggi atau menjauh dari pantai, memeriksa kekuatan bangunan dan menata interior agar benda tidak jatuh saat gempa.

“Gempa dan tsunami adalah tetangga kita. Kita bisa hidup harmonis bersama potensi bencana tersebut, dengan melakukan langkah mitigasi pengurangan resiko, seperti di negara lain yang memiliki ancaman bencana gempa tsunami yang lebih besar dari Indonesia, tetapi negara tersebut dapat menjadi sejahtera dan maju dengan langkah mitigasi,” terang Nana.

Masih informasi dari BMKG Bandung, Nana menyebutkan, BMKG siap melayani info gempa dan tsunami, masyarakat dapat memperoleh info gempa dan peringatan dini tsunami melalui aplikasi di HP yaitu “info BMKG” dan aplikasi “WRS-BMKG” , dan melalui media sosial Twitter (@infoBMKG), Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pembebasan Lahan Kereta Cepat, Warga Datangi Kantor BPN Kabupaten Bandung Barat

Jum Jul 19 , 2019
Puluhan warga sempat mendatangi Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bandung Barat, Jalan Raya Ciburuy, Padalarang, pada Kamis 18 Juli 2019. Mereka menuntut BPN selaku Panitia Pengadaan Tanah (P2T) melakukan pembayaran atas sisa lahan yang terkena pembebasan lahan proyek kereta cepat. Seorang warga, Eti Rohaeti mengaku bahwa punya lahan seluas […]
%d blogger menyukai ini: