Jabar Quick Response Bagikan Masker untuk Warga Sekitar Tangkubanparahu

Jabar Quick Response (JQR) telah berkordinasi dengan Dinas Kesehatan Jabar untuk membagikan masker pada penduduk di sekitar wilayah Gunung Tangkubanparahu. Sedikitnya 1.000 masker disalurkan.

Ketua JQR Bambang Trenggono menyebutkan, bahwa pihaknya akan menurunkan tim untuk membagikan masker dan Oksigen kepada masyarakat mengingat sampai saat ini ancaman yang dihadapi masyarakat terkait erupsi Gunung Tangkuban Parahu masih sebatas abu vulkanik yang dapat membahayakan kesehatan.

“Kami berharap masyarakat untuk tidak panik dan memantau situasi terkini terkait erupsi Gunung Tangkuban Parahu dengan hanya mengakses informasi dari sumber-sumber valid yang dikeluarkan oleh badan resmi pemerintah, ” ucap dia, pada Jumat, 26 Juli 2019.

Menurut informasi sebelumnya dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan data dari BMKG bahwa status Gunung Tangkuban Parahu masih berada di level I (Normal). Terkait dengan hal tersebut, kami menghimbau warga untuk tidak panik menghadapi erupsi Gunung Tangkuban Parahu.

Jabar Quick Response juga terus berkoordinasi dan berkonsolidasi dengan elemen respon cepat lainnya untuk terus memantau erupsi Gunung Tangkuban Parahu.

“JQR melakukan monitoring statis dengan memantau berita berita yang terpercaya dari lembaga resmi pemerintah baik pusat atau daerah, kemudian monitoring dinamis dengan menurunkan tim dan jaringan JQR di lokasi. Kami memantau dan akan meng-update setiap 2 jam,” jelas dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Gunung Tangkubanparahu Ditutup 3 Hari Setelah Erupsi

Ming Jul 28 , 2019
Kepolisian Daerah Jawa Barat sempat memutuskan untuk menutup kawasan Taman Wisata Alam Gunung (TWA) Tangkubanparahu selama tiga hari usai erupsi pada Jumat 26 Juli 2019. Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi menyampaikan, jika keputusan tersebut merupakan hasil koordinasi dengan seluruh pihak yang terlibat serta pengelola destinasi wisata Gunung Tangkubanparahu. “Saya […]
%d blogger menyukai ini: