Kampung Korea di Taman Asia Afrika Kota Bandung

Taman Asia Afrika menjadi wisata baru yang dapat dinikmati warga dan wisatawan di Kota Bandung. Terletak di Jalan Jakarta, namun pintu masuknya baru dibuka dari Jalan Banten, dan keluar di Jalan Ibrahim Adjie.

Meskipun masih belum resmi dibuka, pengunjung sudah memadati taman ini, sejak percobaan pembukaan pada 17 Agustus 2019 lalu. Sedangkan, taman terdiri dari ruang terbuka hijau yang bisa dipakai berolahraga, area air mancur, serta Kampung Korea.

Tak hanya ada tiket masuk untuk berkunjung ke semua arena, hanya ada tiket bagi kendaraan yang parkir. Pantauan PR, Selasa, 20 Agustus 2019 petang, banyak warga yang berolahraga, swafoto, dan mengunjungi Kampung Korea.

Di Kampung Korea juga terdapat bangunan-bangunan hanok, atau rumah tradisional khas negeri ginseng. Selain kuliner Korea yang banyak tersaji di beberapa kedai, Anda juga bisa mengenakan hanbok sewaan, pakaian tradisional Korea, selama satu jam.

Menurut salah seorang pengelola, Hera Koswara, seluruh kawasan berluas 12,6 hektare berjuluk Kiara Artha, terdiri dari tiga kawasan tadi. Pencanangan ide kampung Korea tidak terlepas dari peran Ridwan Kamil ketika menjabat Wali Kota Bandung.

“Konsepnya berawal dari Bandung dan Seoul yang merupakan the sister city. Di Seoul kan ada little Bandung, nah oleh Kang Emil dicetuskan ide di sini jadi kampung Korea,” ucap Hera.

Ia mengakui pengerjaan ruang publik itu belum sepenuhnya rampung. “Tapi minat masyarakat yang tinggi membuat ini dibuka lebih cepat. Kunjungannya dalam trial opening tiga hari ini paling tinggi Sabtu-Minggu kemarin sampai 3.000-4.000 orang. Paling rendah Senin kemarin 1.000 orang,” ujar dia.

Kampung Korea menjadi daya tarik, karena menghadirkan ambiens perkampungan negeri ginseng. Meski terdapat juga kawasan yang mengadaptasi kawasan urban Korea Selatan. Di samping itu, pertunjukan air mancur menjadi yang paling ditunggu masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Musim Kemarau, 22 Hektare Lahan Gunung Guntur Terbakar

Sab Agu 24 , 2019
Sudah menjadi hal yang biasa ketika kemarau melanda, kebakaran selalu terjadi di lahan di kawasan Gunung Guntur. Seringnya kebakaran di kawasan tersebut, masyarakat sudah menganggap kebakaran sebagai hal yang lumrah. Sebagian masyarakat berkeyakinan kebakaran di Gunung Guntur sebagai tanda akan segera turun hujan, dan berakhirnya musim kemarau. Kepala Seksi Konservasi […]
%d blogger menyukai ini: