Taman Kartini Kota Cimahi di Revitalisasi

Taman Kartini Kota Cimahi kini tengah direvitalisasi. Perbaikan dan peningkatan sarana prasarananya dilakukan agar taman menjadi lebih refresentatif bagi semua masyarakat sehingga bisa dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas.

Kamis 12 September 2019, berbagai pembangunan sarana prasarana dan fasilitas pendukung masih terus dilakukan.

Wakil Wali Kota Cimahi Ngatiyana menilai revitalisasi bakal menjadikan Taman Kartini sebagai destinasi wisata bagi masyarakat Kota Cimahi. Oleh karena itu, Pemkot Cimahi sangat mendukung pembenahan taman tersebut.

“Kami sangat mendukung taman direvitalisasi. Jangan sampai menghilangkan sejarahnya, harus kita pertahankan,” ucapnya.

Revitalisasi Taman Kartini menjadi bagian dari kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) Bank BJB yang diperkirakan senilai Rp 1,45 miliar. Proses revitalisasi taman diserahkan kepada Tim Cimahi Creative sebagai pengusung konsep.

Pada lahan seluas 9.000 meter persegi tersebut akan dibangun beberapa fasilitas yang bisa dinikmati mulai dari kalangan anak-anak, remaja hingga lanjut usia (Lansia). Selain tempat bermain anak, juga bakal ada fasilitas baru di antaranya area skatepark, lapangan basket, mini futsal, food area berjualan makanan, hingga fasilitas refleksi untuk Lansia. Area kolam yang sudah ada turut dipercantik menjadi dermaga.

Taman Kartini dulunya bernama Taman Wilhelmina, berdiri sejak masa Kolonial Belanda dengan nama yang diambil dari nama Ratu Kerajaan Belanda kala itu. Tapi, pada saat kemerdekaan, taman tersebut berganti nama menjadi Taman RA Kartini. Dulu di tengah taman itu terdapat kolam air berbentuk lingkaran (Pond) dan di tengahnya terdapat air mancur. Saat ini, taman tersebut mengalami sejumlah perubahan.

Ngatiyana menilai, dengan revitalisasi maka diharapkan Taman Kartini akan semakin nyaman dinikmati semua kalangan masyarakat. Dengan banyak fasilitas yang bisa dimanfaatkan, maka akan menarik minat masyarakat. Kemudian yang terpenting bakal menghilangkan stigma negatif yang melekat.

“Nanti di sana banyak fasilitas yang bisa dinikmati masyarakat. Dibuat tamannya semakin terbuka sehingga bisa menghilangkan stigma negatif yang melekat bahwa taman sering disalahgunakan sehingga menghindari pergaulan remaja yang kurang baik,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Lomba Literasi Wisata, Gratis Masuk ke Stone Garden

Jum Sep 13 , 2019
Relawan Taman Bacaan Masyarakat Stone Garden di Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat rencananya akan menggelar Lomba Literasi Wisata pada Minggu, 15 September 2019 ini. Khusus di hari tersebut, pengelola objek wisata Stone Garden menggratiskan tiket masuk pengunjung. Ketua Panitia Lomba Literasi Wisata Mardiah Alkaff menyebutkan, lomba ini […]
%d blogger menyukai ini: