Pasar Cihaurgeulis, Kota Bandung Jawa Barat

Pasar Cihaurgeulis, Kota Bandung, Jawa Barat, sedang direvitalisasi dan sedang pada tahapan hampir selesai dalam waktu enam bulan. Menurut wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana, nama pasar akan diganti menjadi Pasar Geulis. Yana menuturkan, pembangunan revitalisasi Pasar Geulis menghabiskan anggaran sekitar Rp 29,5 miliar dan telah melalui proses lelang sejak 2017.

Nama geografi Cihaurgeulis, sudah lama ada, bisa jadi sudah ada sebelum kepindahan ibu kota Kabupaten Bandung, atau setidaknya pada awal mula babad alas kepindahalan ibu kota Kabupaten Bandung dari Karapyak di tempuran Cikapundung dengan Citarum ke pendopo Kota Bandung, yang berlokasi berada di sebelah barat Cikapundung, di selatan jalan raya pos yang baru selesai dibandung, dan menghadap ke utara ke utara, dengan orientasi ke Gunung Tangkubanparahu.

Di sebelah barat Cihaurgeulis, sudah ada nama geografi Cikalintu, kampung tua tempat awal warga Bandung bermukim. Lalu pada saat kepindahan, Bupati Kabupaten Bandung diberi lahan yag luas serta warga yang dibebaskan dari tugas lainnya, dan mengabdi untuk kerja bakti tak diupah bagi Bupati, mengolah lahan yang disebut balubur.

Ketinggian kawasan Cihaurgeulis sekira + 715 mdpl, merupakan pantai danau Bandung Purba. Kadang tergenang bila jumlah air bertambah pada musim penghujan, dan menjadi pantai kering ketika musim kemarau.

Sejak 16.000 tahun yang lalu, Danau Bandung Purba Timur mulai surut, namun tak sekaligus kering, tetapi menyisakan lahan basah berupa ranca/rawa. Oleh Bupati Kabupaten Bandung yang terus berbenah saat kepindahan ibu kota, ranca diubah menjadi empang, menjadi balong/kolam, maka Bandung menjadi terkenal sebagai penghasil ikan mas.

Kawasan Cihaurgeulis sebenarnya sudah ada sejak awal medannya lebih kering dibandingkan dengan bagian di selatannya yang semula bekas ranca. Di lereng-lereng perbukitan ditumbuhi beragam jenis bambu, membentuk hutan bambu, yang salah satu jenisnya adalah haurgeulis.

Haurgeulis (Bambusa vulgaris SCHRAD), merupakan salah satu jenis haur dengan batang kuat, tidak mudah dibelah, lentur, dan berdinding tebal. Tinggi batang antara 10–20 m.

Masyarakat kota semakin banyak, kebutuhan akan pasar bertambah, didirikanlah pasar di sana, lalu namanya menginduk pada nama geografi, disebutlah Pasar Cihaurgeulis.

Sumber : Pikiran Rakyat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pemkot Serang Izinkan PKL Berjualan

Sab Sep 14 , 2019
Pemerintah Kota (Pemkot) Serang kini mengizinkan Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) di Pasar Induk Rau (PIR) sembari menunggu uji kelayakan selesai. Awning rangka baja yang didirIkan tidak akan dibongkar dengan catatan harus rapi. Adanya izin tersebut diberikan setelah audiensi antara belasan koordinator pedagang di PIR dan Pemerintah Kota Serang yang dihadiri […]
%d blogger menyukai ini: