Potensi Tanaman Padi Ketan Hitam di Kabupaten Bandung

Potensi tanaman padi ketan hitam di Kabupaten Bandung mencapai seluas 800 hektare. Melihat potensi tanaman varietas lokal yang memiliki keunggulan tersendiri, Dirjen Tanaman Pangan dan Hortikultura Kementerian RI tengah melaksanakan panen tanaman padi ketan hitam di Kp. Cilandak Desa Cipeujeuh Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung.

Suwandi didampingi Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat Hendi Jatnika dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung H. A. Tisna Umaran. Di kelompok tani Jasa Rama itu seluas 32 hektare yang ditanami padi ketan hitam dari luas keseluruhan di Kecamatan Pacet mencapai 375 hektare.

Proses panen tanaman padi ketan hitam dengan usia tanam 5 bulan dengan cara manual menggunakan pemotong etem. Hasilnya mencapai 6-7 ton per hektare, dari biaya pengolahan lahan menghabiskan Rp 10 juta per hektare. Produksi beras ketan hitam ini di pasaran tembus Rp 20.000-Rp 21.000/kg.

Tetapi untuk nilai pemasaran akan meningkat jika ada impor barang dengan kualitas yang bagus. Dengan membantu para petani, Suwandi pun mengajak tiga importir untuk pemasaran beras ketan hitam. Para importir berharap para petani bisa meningkatkan kualitas butiran beras ketan hitam yang bagus supaya bisa dipasarkan ke negara-negara di Asia.

Di sela-sela panen padi ketan hitam, Suwandi menyebutkan, pertanian padi ketan hitam itu memiliki nilai manfaat yang cukup besar.

“Ini merupakan jerih payah petani lokal dengan masa tanam 5 bulan,” terang Suwandi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Sarawak Malaysia Ajak Kota Bandung Jalin Kerja Sama Sister City

Sab Sep 21 , 2019
Sarawak Malaysia mengajak Kota Bandung untuk menjalin kerja sama sister city. Hal tersebut terungkap saat Menteri Muda di Jabatan Ketua Menteri Hal Ehwal Islam dan Dewan Bandaraya Kuching Utara yang juga menjabat dan Menteri Muda Utiliti Sarawak, Datuk Dr Haji Abdul Rahman Hj Junaidi bertemu Wali Kota Bandung, Oded M. […]
%d blogger menyukai ini: