Daun Kratom, Tanaman Liar yang Bila Dikonsumsi Miliki Efek Berbahaya

Polisi Palangka Raya, Kalimantan Tengah mengamankan dua truk bermuatan 12 ton daun kratom yang hendak dikirim ke luar negeri. Pengamanan terhadap produk ini dilakukan karena daun kratom mengandung bahan seperti obat penenang.

“Daun kratom ini berasal dari Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur hendak dibawa ke Kota Pontianak, Kalimantan Barat dan rencananya akan dikirim ke luar negeri,” ucap Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar

Apa sebenarnya daun kratom?

Kratom memiliki nama Latin Mitragina specion. Tanaman ini biasanya tumbuh subur di Kalimantan hingga Malaysia. Tanaman ini kerap digunakan warga setempat sebagai obat herbal untuk mengatasi demam, diare, dan penghilang nyeri.

Padahal, konsumsi daun kratom ternyata memiliki efek berbahaya seperti narkotika yang sudah dilarang seperti disampaikan Livia Elsa yang penelitian dalam sebuah tesis di Universitas Airlangga mengenai daun kratom berjudul “Pengembangan Metode Isolasi dan Identifikasi Mitragynine dari Daun Kratom” pada 2016 lalu.

“Orang-orang dengan mudah saja menggunakan tanaman itu, yang ternyata efeknya bisa lebih besar daripada narkotika yang sudah dilarang,” ucap Livia seperti mengutip laman resmi Universitas Airlangga.

BPOM menyebutkan bahwa kandungan alkaloid mytragynine pada dosis rendah memiliki efek sebagai stimulan. Sementara pada dosis tinggi dapat memilii efek sebagai penenang (sedative-narkotika).

Dalam abstrak tesis Livia disebutkan juga bahwa daun kratom masuk ke dalam new pyshypsychoactive substances (NPS) atau narkotika jenis baru karena memiliki efek ketergantungan dan bertindak seperti opioid (penghilang rasa sakit yang bekerja dengan reseptor opioid di dalam sel tubuh) seperti heroin dan ganja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Hindari Mencium Bayi di Area Tubuh Tertentu Saat Batuk Pilek

Kam Okt 17 , 2019
Saat sedang didera batuk pilek (commond cold), kita harus lebih berhati-hati bila berdekatan dengan bayi, terlebih lagi menciumnya. Ini karena bayi bisa saja tertular batuk pilek. “Kalau lagi batuk pilek, saya selalu sarankan kepada klien, jangan mencium bayi pada area wajah dan telapak tangan. Karena pada area ini bakteri mudah […]
%d blogger menyukai ini: