UKM Sulit Dapatkan Gas Bersubsidi Sesuai dengan HET

Pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kabupaten Purwakarta hingga kini masih kesulitan mendapatkan gas elpiji tiga kilogram bersubsidi yang sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Mereka hanya bisa mendapatkannya di agen dan pangkalan gas dengan menunjukkan kartu identitas UKM.

Kepala Bidang UKM Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Purwakarta, Ahmad Nizar, menyebutkan bahwa jumlah UKM yang sudah mendapatkan kartu identitas tersebut masih sedikit. “Sekarang masih didata. Kisarannya di bawah 10 persen,” ucapnya.

Program pemberian kartu identitas UKM dari Kementrian Koperasi dan UKM memang sudah bergulir sejak 2016. Namun, Nizar menilai program tersebut belum tersosialisasikan secara maksimal kepada masyarakat, khususnya pelaku UKM di Purwakarta.

Banyaknya UKM yang belum memiliki kartu identitas UKM membuat mereka kesulitan mendapatkan gas bersubsidi sesuai HET sebesar Rp16.000 per tabung ukuran tiga kilogram. Sejumlah UKM di Purwakarta mengaku harus membelinya seharga Rp28.000.

Hal tersebut dikeluhkan Ketua Bidang UKM di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Purwakarta, Salman Al Farisi. “Pelaku UKM seperti tukang gorengan itu biasanya beli ke penyuplai perorangan dengan harga mahal, karena termasuk biaya kirimnya,” ucap dia.

Pelaku UKM lainnya membeli gas bersubsidi dari warung dengan harga yang tidak jauh berbeda. Menurutnya, gas tersebut hanya bisa dibeli di agen dan pangkalan sesuai HET oleh masyarakat dengan kategori miskin dan terdata sebagai penduduk setempat dalam Kartu Tanda Penduduk.

Kebijakan Pemerintah Kabupaten Purwakarta meningkatkan pengawasan tersebut dilakukan setelah Satuan Tugas Pangan menemukan pelaku industri besar yang menggunakan gas bersubsidi dalam salah satu proses produksinya. Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengintruksikan seluruh kepala desa dan kelurahan terlibat mengawasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Unpas Kembangkan Kampung Rajut Binong di Daerah Binong Jati Kota Bandung

Sab Okt 26 , 2019
Salah satu keunggulan usaha kecil dan menengah (UKM) Kota Bandung adalah kampung rajut di daerah Binong Jati. Kampung rajut ini masih memiliki kelemahan terutama dalam teknologi maupun model dan pemasarannya. “Untuk itu Unpas dengan didukung dana hibah dari Kemenristekdikti berupaya mengembangkan rajut ini yang dikenal sebagai Kampoeng Radjut Binong Jati,” […]
%d blogger menyukai ini: