Keunikan Kostum Peserta Paralayang dalam Fly Festival di Sumedang

Festival Fly sebagai rangkaian Kejuaraan Paralayang Internasional di Sumedang, Jawa Barat berlangsung dengan meriah. Para penerbang menggunakan kostum unik saat melayang di langit Sumedang.

Festival Fly berlangsung di Kampung Toga, Sumedang, Minggu (27/10/2019). Kampung Toga sebelumnya menjadi venue pertandingan untuk nomor Accuracy.
Penerbang yang berasal dari 21 negara peserta secara bergantian melakukan fun fly (terbang gembira). Yang uniknya lagi, mereka tidak hanya sekedar terbang, melainkan mengenakan kostum nyentrik.

Kostum yang dikenakan para penerbang beragam mulai dari bunga raflesia, monyet, lalat, leak, burung, tempat sayuran, robot, tampilan adat Papua, angklung dan banyak lagi.

Mereka juga terbang dari Kampung Toga yang memiliki ketinggian 700 mdpl hingga titik landing yang ditentukan pada ketinggian 400 mdpl.

“Para peserta menggunakan kostum-kostum menarik yang memperlihatkan suku, budaya dan lainnya di Indonesia,” ucap Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, di lokasi.

Ia pun mengaku cukup bahagia dengan Kejuaraan Paralayang Internasional di Sumedang untuk pertama kalinya ini acara berlangsung dengan sukses. Para peserta memuji event sekaligus spot paralayang di Sumedang.

“Testimoni mereka, Sumedang sudah layak jadi sport tourism kelas dunia,” ungkap dia.

Pelaksanaan Festival Fly ini menyedot banyak perhatian masyarakat. Ribuan masyarakat berbondong-bondong datang menyaksikan terbang gembira tersebut. Mereka pun tak ingin melewatkan momen bersejarah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Sumpah Pemuda, Kemdikbud Targetkan RI Unggul di Sektor Teknologi

Sen Okt 28 , 2019
Peringatan Hari Sumpah Pemudayang ke-91 jatuh pada hari ini. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) berpesan agar para pemuda berjuang supaya Indonesia tak cuma jadi importir teknologi. “Kita bisa mengejar negara-negara maju bahwa kita juga tidak hanya sebagai importir dari teknologi tapi kita harus punya. Kita bertekad akan menjadi produsen teknologi […]
%d blogger menyukai ini: