717 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Bandung

Ada sekitar 717 hektare kawasan kumuh di wilayah Kota Bandung dengan penduduk hampir 2,5 juta jiwa. Menyikapi adanya hal tersebut, Pemerintah Kota Bandung tengah mengambil upaya. Penerbitan peraturan daerah yang memuat penataan kawasan kumuh, dan pemanfaatan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) termasuk dalam daftar upaya Pemkot Bandung mengatasi persoalan tersebut.

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengakui, masih ada kawasan kumuh di Kota Bandung. Menurutnya, banyak faktor yang penyebab suatu kawasan menjadi kumuh, di antaranya efek atas arus urbanisasi.

“Kota Bandung memiliki daya tarik kuat bagi warga luar daerah. Laju pertumbungan ekonomi Kota Bandung begitu tinggi, mencapai sekitar 7,2%. Capaian itu di atas provinsi 5,35%, dan nasional 5,02%,” ucap Yana di Balai Kota Bandung, pada Rabu, 6 November 2019.

Arus urbanisasi yang masuk ke Kota Bandung, ungkap Yana, memang lumayan banyak. Urbanisasi tersebut masuk ke Kota Bandung membuat pemukiman kian padat. Keberadaan tempat tinggal yang kurang memenuhi kriteria kelaikan juga bertambah.

Yana menyatakan, Pemkot Bandung kini tengah melakukan berbagai upaya ihwal penataan kawasan, di antaranya membuat Peraturan Daerah Penataan Kawasan Kumuh. Melalui aturan tersebut, Yana yakin tiap-tiap upaya penataan kawasan mendatang bisa menghadirkan hasil lebih baik. Progres perda tersebut masih dalam tahap pembahasan pansus di DPRD Kota Bandung. Semoga, Perda bisa memberi tambahan kekuatan bagi kami untuk menjalankan berbagai upaya penataan,” ujar Yana

Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) ‎Kota Bandung, Agus Hidayat mengatakan, luas kawasan kumuh di wilayah Kota Bandung sudah lumayan banyak berkurang daripada 2015. Terdapat sekitar 1.000 hektare kawasan kumuh di Kota Bandung pada empat tahun lalu. Terdapat beberapa indikator yang menyebabkan suatu tempat termasuk sebagai kawasan kumuh, di antaranya, drainase, sanitasi, jalan lingkungan, penyediaan air minum.

Upaya untuk mengurangi masalah tersebut dan guna menuntaskan kawasan kumuh di Kota Bandung, Forum Bandung Sehat (FBS) terus menggenjot gerakan 100% open defecation free (ODF, tak buang air besar sembarangan). FBS mengadakan rangkaian kegiatan sosialisasi beserta advokasi kepada warga agar dapat membangunan septic tank yang laik. Kegiatan itu berjalan sepanjang 2019.

Ketua FBS Siti Muntamah Oded menuturkan, pihaknya hingga kini terus fokus menyukseskan gerakan 100% ODF. Guna meraih target 100% ODF di Kota Bandung pada 2020, dia mengajak seluruh lapisan masyarakat, dan tiap-tiap aparatur kewilayahan ikut berpartisipasi secara aktif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

World Zakat Forum 2019

Kam Nov 7 , 2019
Konferensi Internasional World Zakat Forum (WZF) 2019 telah menghasilkan 7 resolusi dari tema “Optimizing Global Zakat Role through Digital Technology”. Ketujuh resolusi tersebut menyerukan dalam mengembangkan zakat global dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital yang ada saat ini. Sekretaris Jenderal WZF, Prof Bambang Sudibyo menyebutkan komitmen zakat harus memberi perhatian tidak […]
%d blogger menyukai ini: