Memasak Pasta, dengan Air Dingin atau Air Panas?

Warga Twitter sempat dihebohkan dengan cuitan seorang lelaki pemilik akun @drive45music yang berbicara tentang ulah pacarnya yang bodoh. Ia menyebutkan pacarnya sangat aneh karena memasak pasta dengan air dingin, baru kemudian dididihkan.

Komentar dilayangkan oleh warganet Twitter sebanyak 268 ribu komentar pada unggahannya. Ada beberapa yang memberikan argumen setuju dengannya, tapi tak sedikit juga yang membela aksi pacarnya, alias memasak pasta dengan air dingin.

Melansir dari Huffington Post pada Jumat, 18 Oktober 2019, J Kenji Lopez, seorang ahli pangan dan Chef di Barbara Lynch, Boston, Amerika Serikat ikut mengomentari unggahan tersebut. Ia mengatakan bahwa yang dilakukan pacar lelaki itu tidak salah. Menurutnya, memasak pasta dengan air dingin tidak berbahaya sama sekali.

Tapi menurut Frankie Celenza, seorang Food Vlogger Amerika dan pendiri Komunitas Pangan Tastemaker, menuturkan bahwa memasak dengan air dingin yang dididihkan sangatlah aneh. “Memungkinkan, tapi sangat tidak biasa,” kata Frankie.

Frankie juga menjelaskan, pasta yang dimasak dengan air dingin khawatir bisa mengubah bentuk pasta menjadi lembek dan tidak segar. “Kalau di restoran, makanan seperti itu tidak akan disajikan, karena bisa menurunkan reputasi restoran,” ungkap Frankie.

Bagi koki di International Cullinary Center (ICC), mereka lebih setuju dengan argumen memasak pasta dengan air panas. Mungkin tidak terlalu bermasalah jika memasak dengan air dingin. Tapi kalau metode itu dipakai di restoran, akan membutuhkan waktu lebih lama untuk memasak.

Selain itu, memasak dengan air panas bisa menjaga rasa pasta lebih baik dibandingkan masak dengan air dingin. Jika ingin memasak pasta dengan air dingin, mereka lebih menyarankan menggunakan pasta pendek seperti pene dan fetucini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

BMKG Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi di Jabar

Ming Nov 10 , 2019
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengingatkan pada masyarakat untuk tetap mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi yang berpotensi terjadi di seluruh wilayah Jawa Barat. Hal ini mengingat wilayah Jabar umumnya berada di musim hujan sejak awal November ini. “Ya, awal November sudah musim hujan di Jawa Barat,” ucap Kepala Stasiun […]
%d blogger menyukai ini: