Bambu Jabar Go Internasional

Bambu asal Jawa Barat siap dikembangkan pasalnya telah terbukti memiliki nilai ekonomis yang tinggi, dengan produk kreatifitas hasil pengusaha di pedesaan.
Sejumlah kreasi bambu ditampilkan mulai dari sepeda bambu hingga paving blok dalam acara bambu vaganza di Halaman Gedung Sate.

Berdasarkan Program Bambu Juara Bambu Jawa Barat (Baju Baja) yang digagas komunitas Hijau Lestari Indonesia (HLI) dan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jabar, berhasil melatih 35 desa dan dua pesantren di sembilan kabupaten/kota.

Oki menyebutkan, bahwa baju baja ini hadir untuk pemberdayaan desa lewat produksi bambu yang saat ini sudah memiliki nilai ekonomis tinggi dan bisa menjadi mata pencaharian masyarakat yang ada di desa.

Mengenai pontensi bambu Jawa Barat. Menurut Oki, ada 54 jenis bambu di Jawa Barat adalah bambu berkualitas baik dan sangat berpotensi untuk pengembangan ekonomi pedesaan, namun belakangan ini masyarakat desa lupa untuk menanam.

“Program baju baja ini hadir meningkatkan kembali gairah masyarakat untuk menanam, mengelola, merawat dan menjaga, serta produktif dalam bidang usaha bambu,” ujar Oki.

Meskipun demikan Oki menyampaikan, produksi berbahan baku bambu Jawa Barat sudah merambah ke mancanegara, misalnya jam tangan bambu sudah di kirim ke Mencester City Inggris.

Tak hanya itu dukungan Pemprov Jabar dengan adanya imbauan agar pemerintah kabupaten/kota menyedikan pojok bambu di semua hotel di kelas bintang tiga hingga lima, ucap Oki, hal tersebut sangat membatu dalam urusan produktifitas bambu.

“Saya harap ini menjadi titik tolak perkembanhan bambu Jawa Barat, sebagai bambu yang meiliki nilai tinggi,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Tiga Pilar di Bandung Cegah Radikalisme

Jum Nov 29 , 2019
Wilayah Kota Bandung dinilai cukup rawan akan penyebaran paham radikalisme. Pemerintah beserta dengan jajaran aparat kepolisian di Bandung terus berupaya menekan dan mencegah penyebaran paham radikalisme meluas. “Bandung cukup rawan radikalisme kemarin mungkin ada sedikit informasi bahwa Bandung daerah yang terpapar radikalismenya cukup banyak,” ujar Wakapolrestabes Bandung AKBP Dedi S […]
%d blogger menyukai ini: