Jumlah Pelamar CPNS Pemkot Bandung Lebih Sedikit Dari Perkiraan

Waktu seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Bandung berakhir pada Selasa (26/11/2019). Jumlah pelamar seleksi penerimaan calon ASN di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung lebih sedikit daripada perkiraan.

Panitia CPNS Pemkot Bandung telah mencatat, terdapat 14.026 pendaftar. Sebanyak 2.655 orang di antaranya tak menyerahkan (submit) berkas pendaftaran, hanya sebatas mengisi formulir. Hal itu berarti, pendaftar yang menyerahkan berkas berjumlah 11.361 orang.

Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kota Bandung sempat memperkirakan, jumlah pendaftar penerimaan calon Aparatur Sipil Negara (ASN) 2019, mencapai 20 ribu. Perkiraan itu berdasarkan jumlah pendaftar seleksi CPNS sebelumnya, mencapai 19 ribu.

Beberapa kriteria tambahan yang terjumpa pada seleksi penerimaan CPNS 2019 Kota Bandung. Di antaranya, akreditasi kampus beserta program studi atas tiap-tiap pendaftar, TOEFL, IPK.

Kepala BKPP Kota Bandung Yayan Ahmad Brillyana menyebutkan, jumlah pendaftar di bawah perkiraan bukan persoalan. Hal yang penting, kapabilitas para pendaftar memenuhi persyaratan, dan kriteria. Apalagi, Pemkot Bandung mengedepankan semangat ASN unggul (smart ASN), sebagaimana imbauan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

“Kemenpan-RB mencanangkan smart ASN. Terdapat enam indikator smart ASN, di antaranya, penguasaan akan teknologi, kemampuan bahasa memadai, integritas, mempunyai jejaring luas. Kami berupaya, calon ASN di lingkungan Pemkot Bandung yang lolos seleksi memenuhi sejumlah indikator tersebut,” ucap Yayan, seperti ditulis wartawan “PR”, Satira Yudatama, Rabu (27/11/2019).

Setiap daerahnya, ucap Yayan, membubuhkan kriteria muatan lokal. Bentuk muatan lokal menyesuaikan dengan kebutuhan tiap-tiap pemerintah daerah. Untuk Pemkot Bandung, muatan lokal berupa Test of English as a Foreign Languege (TOEFL), dan penetapan indeks prestasi kumulatif (IPK).

TOEFL dengan skor minimal 400, Yayan menyebutkan, agar pendaftar yang lolos memiliki kemampuan dasar bahasa saat berdinas, terutama berkomunikasi dengan tamu dari luar negeri. Untuk IPK 2,75 menjadi standar dari sisi pengetahuan akademis pelamar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bambu Jabar Go Internasional

Kam Nov 28 , 2019
Bambu asal Jawa Barat siap dikembangkan pasalnya telah terbukti memiliki nilai ekonomis yang tinggi, dengan produk kreatifitas hasil pengusaha di pedesaan. Sejumlah kreasi bambu ditampilkan mulai dari sepeda bambu hingga paving blok dalam acara bambu vaganza di Halaman Gedung Sate. Berdasarkan Program Bambu Juara Bambu Jawa Barat (Baju Baja) yang […]
%d blogger menyukai ini: