Tiga Pilar di Bandung Cegah Radikalisme

Wilayah Kota Bandung dinilai cukup rawan akan penyebaran paham radikalisme. Pemerintah beserta dengan jajaran aparat kepolisian di Bandung terus berupaya menekan dan mencegah penyebaran paham radikalisme meluas.

“Bandung cukup rawan radikalisme kemarin mungkin ada sedikit informasi bahwa Bandung daerah yang terpapar radikalismenya cukup banyak,” ujar Wakapolrestabes Bandung AKBP Dedi S saat apel tiga pilar di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung.

Dedi mengyebytkan bahwa penyebaran paham tersebut terjadi di masyarakat. Menurutnya, masyarakat yang terpapar paham tersebut disebabkan menerima informasi yang tidak tepat.

“Adanya pemahaman-pemahaman yang salah di masyarakat. Boleh lah kita artinya memberikan pemahaman tentang agama itu sangat baik. Tentang jihad mungkin jihad yang benar,” ungkapnya.

Dedi menyampaikan paham-paham seperti ini yang muncul di tengah-tengah masyarakat perlu diwaspadai. Guna menetralisir hal tersebut, pihaknya menguatkan unsur tiga pilar Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Lurah.

Seperti salah satu langkahnya, lanjut Dedi, para unsur tiga pilar ini wajib berkomunikasi dengan masyarakat. Terutama para tokoh-tokoh seperti tokoh agama dan tokoh masyarakat sekitar wilayahnya. Edukasi tentang pentingnya kesatuan NKRI dan Pancasila perlu disebarkan untuk mencegah paham radikalisme meluas.

Kasdim 0618/BS Letkol Momon juga menyatakan perlu komunikasi yang intens antara unsur tiga pilar dan masyarakat. Sebab, hal itu menjadi jurus utama untuk menekan paham radikalisme.

“Kami dalam hal ini sebagai Kodim melaksanakan kerja sama di lapangan. Babinsa menggiatkan lagi siskamling dan upaya- upaya komunikasi sosial dengan aparat dan tokoh agama dan masyarakat. Fungsinya siskamling untuk tanggap cepat. Begitu ada kejadian maka pos kamling itu melaporkan kepada pihak kepolisian jadi gejala dini itu teratasi,” terang Momon.

Sedangkan di tempat yang sama, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana menyebutkan hal yang serupa. Ia ingin agar komunikasi antara unsur pemerintah, TNI-Polsi dengan masyarakat lebih ditingkatkan untuk mencegah paham radikalisme.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pentingnya Kebersamaan Keluarga Hadapi Revolusi Industri 4.0

Sab Nov 30 , 2019
Para kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga perlu mempunyai semangat kebersamaan yang kuat guna menghadapi era revolusi industri 4.0. Efek beserta pengerah revolusi industri 4.0 bisa memunculkan tantangan besar mengenai isu-isu keluarga. Demikian ucap Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bandung Siti Muntamah Oded yang akrab dengan sapaan Umi saat membuka rapat konsolidasi […]
%d blogger menyukai ini: