Majalah Mangle Berbahasa Sunda Bertahan di Tengah Gempuran Zaman

Menjadi salah satu media berbahasa daerah, Majalah Mangle memliki komitmen untuk terus memelihara salah satu kekayaan budaya Indonesia. Yakni Bahasa Sunda.

Di usianya yang menginjak 62 tahun, Majalah Mangle akan terus berusaha tetap eksis di tengah gempuran zaman digital dan era modern.

Pemimpin Perusahaan Majalah Mangle, Uu Rukmana menyampaikan, sebagai pribumi ia berkomitmen melalui media yang dikelolanya itu akan terus memelihara dan melestarikan budaya Sunda. Termasuk bahasa indung, bahasa Sunda.

Uu mengaku, saat ini banyak anak-anak muda yang tak bisa, atau bahkan tidak mengerti Bahasa Sunda. Oleh sebab itu, menjadi salah satu tanggung jawabnya untuk tetap memelihara Bahasa Sunda di tengah masyarakat Sunda.

“Bahasa Sunda harus tetap hidup dan lestari. Ini harus tetap dipelihara. Jangan sampai bahasa sunda ini hilang di tengah-tengah masyarakat kita. Melalui Majalah Mangle ini, kami tetap berkomitmen untuk terus memelihara agar bahasa sunda agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman, karena dalam undang-undang juga telah diamanatkan bahwa bahasa daerah harus tetap dipelihara sebagai kekayaan kebudayaan Indonesia,” ungkap Uu di sela-sela ulang tahun Majalah Mangle ke-62 tahun di Gedung Sate

Dalam acara tersebut, hadir pula para tokoh dan sesepuh Jawa Barat seperti di antaranya Tjetje Padmadinata, Ceu Popong, pemangku kebijakan, hingga mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Uu menambahkan, dengan adanya Majalah Mangle di tengah masyarakat Sunda diharapkan menjadi salah satu pemengaruh (influencer) tetap lestarinya bahasa Sunda.

Bahkan pihaknya bisa memberi ruang kepada budayawan Sunda untuk turut terlibat secara aktif dalam pelestarian bahasa Sunda ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bantuan Alsintan pada Kelompok Tani di Kabupaten Bandung

Ming Des 1 , 2019
Ketua Fraksi PKB DPR RI H. Cucun Ahmad Syamsurijal telah menyalurkan bantuan ratusan unit alat mesin pertanian (alsintan) dari berbagai jenis kepada kelompok tani di Kabupaten Bandung beberapa waktu lalu. Cucun menyalurkan 30 unit traktor roda dua, 60 unit mesin pompa air, 9 unit traktor roda empat dan 10 unit […]
%d blogger menyukai ini: