Pentingnya Kebersamaan Keluarga Hadapi Revolusi Industri 4.0

Para kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga perlu mempunyai semangat kebersamaan yang kuat guna menghadapi era revolusi industri 4.0. Efek beserta pengerah revolusi industri 4.0 bisa memunculkan tantangan besar mengenai isu-isu keluarga.

Demikian ucap Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bandung Siti Muntamah Oded yang akrab dengan sapaan Umi saat membuka rapat konsolidasi dengan tajuk Gerakan PKK Menyongsong Rapat Kerja Nasional di Gedung Graha Binangkit, Jalan Sukabumi.

Tak hanya konsolidasi organisasi, Umi menyebutkan, beberapa langkah penyelarasan program. Penguatan organisasi bertujuan agar kader PKK membuat inovasi-inovasi dalam rangka membentuk keluarga yang sejahtera.

“PKK Kota Bandung mempunyai empat kelompok kerja. Tiap-tiap pokja memiliki tugas berbeda dengan target yang sesuai dengan visi beserta misi Pemerintah Kota Bandung,” ungkap Umi.

Pokja 1, ucap Umi, bertugas pada sektor ketahanan keluarga, pola asuh anak dan remaja, juga pembinaan Lansia. Pokja 2 bertugas pada sektor peningkatan kapasitas Kader dari berbagai aspek, terutama membudayakan literasi.

Pokja 3 mengutamakan pelaksanaan program pengentasan stunting, yakni Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman (Hatinya), penyediaan pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), dan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

Umi menyampaikan, rapat turut memuat agenda evaluasi juga langkah menyinergikan berbagai program kegiatan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan mitra kerja lainnya. “Rapat jangan hanya sekadar kegiatan rutin saja, mengingat PKK merupakan organisasi yang legal sebagai mitra terbaik berbagai tingkatan pemerintah, nasional hingga RT,” terang Umi.

Bagian tugas PKK, lanjut Umi, untuk mewujudkan keluarga beriman, bertakwa, berakhlak, berbudi pekerti luhur, dan sejahtera lahir maupun batin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Majalah Mangle Berbahasa Sunda Bertahan di Tengah Gempuran Zaman

Sab Nov 30 , 2019
Menjadi salah satu media berbahasa daerah, Majalah Mangle memliki komitmen untuk terus memelihara salah satu kekayaan budaya Indonesia. Yakni Bahasa Sunda. Di usianya yang menginjak 62 tahun, Majalah Mangle akan terus berusaha tetap eksis di tengah gempuran zaman digital dan era modern. Pemimpin Perusahaan Majalah Mangle, Uu Rukmana menyampaikan, sebagai […]
%d blogger menyukai ini: