Warga Terdampak Bencana di Gununghalu Masih Merasa Khawatir dan Takut

Warga yang terdampak bencana pergerakan tanah dan longsor di Desa Bunijaya dan Cilangari, Kec. Gununghalu, Kab. Bandung Barat, masih merasakan takut dan khawatir adanya bencana susulan yang kembali terjadi mengingat curah hujan saat ini masih cukup tinggi.

Ketua RT 01 Kp. Hegarmanah, Desa Cilangari, Dawam menyebutkan, bencana yang terjadi sangat terasa besar dampaknya dengan kerusakan di beberapa titik. Ketakutan masyarakat pun tak bisa ditutup-tutupi ketika hujan deras turun.

“Kalau hujan, masyarakat masih khawatir kejadian Jumat lalu kembali terulang. Makanya, kami terus mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada,” ucap Dawam, Rabu (11/12/2019).

Dawam menyebutkan, jika saat hujan turun warganya kebanyakan mengungsi ke rumah kerabatnya yang kondisinya lebih aman. Cuaca yang setiap hari turun hujan membuat warga juga waspada terhadap munculnya kembali pergerakan tanah dan longsor.

“Warga menginginkan direlokasi ke tempat yang aman, karena kalau memaksakan tetap tinggal di lokasi saat ini terlalu berisiko,” ucapnya.

Sebagian warga yang terdampak bencana mulai mengeluhkan sakit. Salah satunya Tiah (55) warga Kampung Hegarmanah, Ia mengaku merasakan nyeri di sekujur tubuhnya terutama di bagian pinggang.

Ia beserta warga lainnya memeriksakan kondisi kesehatan ke posko kesehatan yang didirikan Polres Cimahi di lokasi longsor. “Sudah periksa ke dokter di posko dan dikasih obat. Lumayan membantu, karena kalau harus ke puskesmas jaraknya 30 kilometer atau naik ojek ongkosnya Rp 20.000,” ujae Tiah.

Baur Kesehatan Polres Cimahi, Desiana Sofyan menjelaskan, kebanyakan warga yang datang ke posko mengeluhkan sakit badan karena kurang tidur dan psikologis warga juga terganggu. Pihaknya menyiapkan obat, alat kesehatan, vitamin, obat badan, dan obat manula.

“Kami mencoba memulihkan kesehatan dan perasaan cemas warga dengan trauma healing, agar psikologis warga pulih khususnya kepada anak-anak. Caranya dengan cerita yang ringan-ringan serta pendekatan agama,” terang Desiana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

BPBD Akan Bangun Jembatan Darurat di Danau Lumpur Cilangari Bandung Barat

Jum Des 13 , 2019
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) berencana akan membangun jembatan bambu sepanjang 70 meter bagi warga Kampung Hegarmanah, Desa Cilangari, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Jembatan tersebut dibangun pasalnya aktivitas warga yang kerap terganggu oleh endapan lumpur yang masih menutupi akses jalan pascalongsor yang […]
%d blogger menyukai ini: