Hari Kedua Banjir, Pelajar di Dayeuhkolot Naik Perahu ke Sekolah

Banjir yang menggenangi pemukiman di Desa/Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat akibat luapan Sungai Citarum saat ini mulai menyusut. Namun, beberapa ruas jalan tetap harus dilalui dengan naik perahu.

Menurut pantauan laman detik.com. Kamis (19/12/2019), sekitar Pukul 08.00 WIB ketinggian air di permukiman kini dari mulai mata kaki hingga pinggang orang dewasa. Sebelumnya, pada titik terdalam ketinggian air hampir mencapai atap rumah.

“Air sudah surut, kamari ketinggian mencapai sekitar satu meter setengah, sekarang tinggal setengah meter,” ucap Abi Jaya (45) dilansir laman detikcom.

Abi menyebut, ia tak mengungsi pasalnya ia memiliki rumah lantai dua. Ia pun sedang membersihkan teras rumahnya dari endapan lumpur yang terbawa banjir.

“Lagi bersih-bersih ini. Kemarin air turun pas malam,” ungkapnya.

Sementara, Kapolsek Dayeuhkolot Kompol Sudrajat menyebutkan, tak ada genangan di Jalan Raya Dayeukolot, banjir sudah menyusut dan tinggal di pemukiman.

Sedangkan, Kepala Desa Dayeukolot Yayan Setiana berujar, genangan air di depan kantor desa sudah surut.

“Sudah surut, sekarang sedang bersih-bersih, tinggal di pemukiman di belakang sekitar setengah meter,” ucapnya.

Di Kampung Bojongasih, Desa/Kecamatan Dayeuhkolot, pelajar yang hendak berangkat ke sekolah harus menaiki perahu.

Sejumlah anak sekolah yang sekolahnya diungsikan ke Kantor Desa Dayeukolot karena terendam banjir harus menaiki perahu terobos banjir. Ada juga yang berjalan kaki.

“Siswa SD harus menaiki perahu untuk sampai ke sekolahnya,” ujar Acim (30) warga Dayeuhkolot.

Ia menyebutkan, hal tersebut sudah biasa bila banjir melanda pemukiman Desa Dayeukolot. “Sudah bisa kalau gini, mereka harus naik perahu untuk belajar di pengungsian. Ini sudah biasa sudah 13 tahun,” ungkapnya.

Acim mengatakan, jika warga meminta dibangunkan pintu air dan folder air di kawasan Dayeuhkolot.

Acim menambahkan, seperti di Bojongcitepus dan Parunghalang memiliki pintu dan folder air. “Di sana sudah ada pintu dan folder air, yang tadinya banjir tiga meter kalau ada banjir besar seperti ini paling satu meter, setidaknya kalau ada folder air tidak seperti parah seperti ini, saya harap pemerintah membuat itu,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Jelang Natal dan Tahun Baru, Ribuan Botol Miras Dimusnahkan Polres Ciamis dan Cimahi

Kam Des 19 , 2019
Menjelang perayaan Natal dan tahun baru 2020 polisi di Kabupaten Ciamis dan Kota Cimahi memusnahkan ribuan botol minuman keras (miras). Ribuan botol minuman keras merupakan hasil razia petugas dalam beberapa bulan terakhir. Pemusnahan yang pertama dilakukan oleh jajaran Polres Ciamis. Total sebanyak 3.552 botol miras dan 200 liter ciu dimsunahkan. […]
%d blogger menyukai ini: