Warga Cimahi Alami Krisis Air Bersih saat Curah Hujan Tinggi

Walaupun curah hujan yang mulai tinggi, masyarakat masih mengeluhkan terhentinya pasokan air bersih dari Perumda Air Minum Tirta Raharja. Sejumlah wilayah masih mengandalkan pasokan air yang dikirim dengan mobil tangki. Kondisi tersebut diharapkan tak berlangsung selamanya.

Banyak keluhan tidak adanya pasokan air bersih dari Perumda Tirta Raharja di antaranya muncul dari warga di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Bahkan, Forum RW akan bersurat menyampaikan keluhan ini ke Perumda Air Minum Tirta Raharja dan Pemkot Cimahi.

“Hampir 5 bulan ini warga di Kelurahan Leuwigajah mengalami kekeringan, termasuk pelanggan air ledeng yang sama sekali tidak kebagian air. Apalagi, mereka biasanya enggak punya mesin pompa, jetpump, atau sumur artesis di lingkungannya,” ucap Lurah Leuwigajah, Uus Supriyadi.

Musim kemarau yang berlangsung sejak pertengahan tahun 2019 sudah berlalu. Saat ini sudah memasuki musim penghujan dengan intensitas sedang hampir setiap hari.

Menurut pengakuan warga, sejak bulan September 2019 hingga pertengahan Januari 2020, warga Kelurahan Leuwigajah mengandalkan suplai air bersih dari Perumda Air Minum Tirta Raharja yang dikirim menggunakan truk tangki.

Menurut Uus, kondisi wajar jika warga mengalami kekeringan di musim kemarau. Namun, musim hujan sudah berlangsung tapi pasokan air masih terhenti.

Setiap RW memiliki jadwal yang berbeda untuk pengiriman tangki air. Tak bisa hanya mengandalkan kiriman Perumda Air Minum Tirta Raharja, warga berinisiatif membeli air secara patungan.

“Masa warga harus dikirim per tangki terus, bahkan ada yang patungan beli air per tangki setiap minggunya, kasihan. Para ketua RW berkumpul di kelurahan untuk membahas kekurangan air bersih ini, Forum RW Kelurahan Leuwigajah akan bersurat menyampaikan keluhan ini ke Perumda Air Minum Tirta Raharja dan ke Pemkot Cimahi,” ungkapnya.

Ketua RW 13 Leuwigajah Momon Suparlan menyebutkan, jika mayoritas warga berlangganan air ledeng. Karena itu, krisis air bersih dirasakan sampai saat ini meski curah hujan sudah tinggi.

Bila kehabisan air bersih, warga biasanya mengambil air dari masjid dan kantor RW. Air tersebut hanya dipakai untuk mandi dan mencuci karena kualitasnya kurang baik, maka untuk memasak atau konsumsi mengandalkan kiriman air tangki.

Manajer Junior Humas Perumda Air Minum Tirta Raharja, Sri Hartati menuturkan akan menampung keluhan warga soal terhentinya pasokan air minum selama 5 bulan belakangan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

PLTS Terbesar di Asia Tenggara Akan Dibangun di Cirata

Sen Jan 13 , 2020
Perusahaan energi baru terbarukan (EBT) berbasis di Abu Dhabi, UEA, Masdar, akan bermitra dengan cucu usaha PT PLN (Persero) yakni PT Pembangkit Jawa Bali Investasi untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung di Waduk Cirata, Jawa Barat yang diklaim sebagai PLTS terbesar di Asia Tenggara. Kerja sama investasi ini […]
%d blogger menyukai ini: