Asbes Dilarang untuk Pembangunan Komersial, Bandung Raih Penghargaan

Setelah memiliki regulasi pelarangan penggunaan asbes bagi bangunan gedung komersial, Pemerintah Kota Bandung memperoleh penghargaan.

Penghargaan tersebut berupa sertifikat pengakuan dalam hal pelarangan penggunaan asbes-terkait sejumlah penyakit- (certificate of recognition asbestos-related deseases) dari Asbestos Safety and Eradiction Agency.

Pelarangan tersebut telah tercantum pada Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2018 tentang Bangunan Gedung.

Koordinator kampanye Asbestos Safety and Eradication Agency yang merupakan bagian dari Union Aid Abroad- Australian People for Health, Education and Development Abroad (APHEDA) Philip Hazelton menyebutkan, sudah ada 66 negara yang mempunyai, dan menerapkan aturan pelarangan penggunaan asbes.

Kota Bandung adalah daerah pertama di Indonesia yang memiliki regulasi larangan pengunaan asbes.

World Health Organization, Philip telah menyatakan, berbagai varian asbes berbahaya bagi kesehatan.

Partikel dari asbes bisa menimbulkan berbagai penyakit, di antaranya, asbestosis, kanker (paru-paru, ovarium, laring, mesothelioma).

Menurut Philip, terdapat sekitar 1.000 warga Indonesia yang mengalami sakit dengan gejala mirip penyakit akibat asbes per tahun.

Mengenai pilihan material pengganti asbes, Philip mengatakan, tersedia cukup banyak di pasaran.

Di antaranya, material berbahan kalsiboard, ardex, logam ringan. Menurut Philip, sejumlah material tersebut berharga relatif murah dengan cara penggunaan praktis, sama seperti asbes.

Philip pun menyadari, masyarakat berwenang memilih penggunaan material, terutama pada rumah masing-masing.

Pelarangan penggunaan asbes tak akan bisa berjalan secara instan. Pasalnya, Philip berharap kepada jajaran Pemkot Bandung agar menjalankan upaya guna membangun kesadaran masyarakat akan ancaman bahaya asbes.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pemkot Bandung Canangkan Induk Sistem Jaringan Drainase

Ming Feb 9 , 2020
Drainase di sejumlah titik di Kota Bandung kini berkondisi tak memadai untuk mengalirkan air secara maksimal. Bahkan, beberapa di antaranya ada yang sudah tak berfungsi, akibat rusak, maupun praktik pelanggaran. Menurut pernyataan Anggota Komisi C DPRD Kota Bandung Rendiana Awangga saat dijumpai di Kantor PRFM, Jalan Braga, Kota Bandung, beberapa […]
%d blogger menyukai ini: