Pemkot Bandung Canangkan Induk Sistem Jaringan Drainase

Drainase di sejumlah titik di Kota Bandung kini berkondisi tak memadai untuk mengalirkan air secara maksimal. Bahkan, beberapa di antaranya ada yang sudah tak berfungsi, akibat rusak, maupun praktik pelanggaran.

Menurut pernyataan Anggota Komisi C DPRD Kota Bandung Rendiana Awangga saat dijumpai di Kantor PRFM, Jalan Braga, Kota Bandung, beberapa waktu lalu. 

Pemerintah Kota melalui Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian Pengembangan (Bappelitbang) bersiap menyusun rencana induk sistem jaringan drainase. Rendiana yang akrab dengan panggilan Awang pun mendukung langkah pemkot dalam menyusun rencana induk sistem jaringan drainase.

Ia berharap, Pemkot Bandung dapat menjadikan hasil penyusunan rencana induk tersebut untuk membuat perda. 

Sistem jaringan drainase berkaitan dengan banyak aspek lain, Awang menuturkan, kajian penyusunan rencana induk perlu berjalan dengan sangat matang. Inventarisasi, dan evaluasi keberadaan beserta kondisi jaringan drainase yang ada saat ini, penentuan lokasi beserta luas infrastruktur pengendali banjir semacam kolam retensi berlandaskan studi ilmiah termasuk beberapa hal yang perlu menjadi fokus perhatian.

Tak hanya itu, tiap-tiap tahapan penyusunan rencana induk mesti mengacu kepada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12/PRT/M/2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan. 

Menurutnya, keberadaan sistem jaringan drainase yang prima merupakan salah satu kebutuhan prioritas bagi Kota Bandung. Pertumbuhan pembangunan bakal terus berjalan, konsekuensi atas laju jumlah penduduk. Sementara itu, pertumbuhan pembangunan berisiko mengurangi keberadaan lahan yang berfungsi sebagai resapan air.

Kepala Bidang Perencanaan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappelitbang Kota Bandung Riela Fiqrina mengatakan, penyusunan rencana induk sistem jaringan drainase tengah berada dalam tahap persiapan.

Hal yang mendasar dalam rencana induk tersebut, yakni pengintegrasian sungai beserta jaringannya dengan tiap-tiap drainase jalan, maupun permukiman di Kota Bandung 


Rencana induk sistem jaringan drainase, menurut rencana akan memuat acuan proyeksi langkah meminimalisasi banjir pada masa-masa mendatang. Penyusunan rencana induk tersebut bakal melibatkan berbagai pihak terkait, seperti sejumlah organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkot Bandung, serta dari kalangan akademisi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Prakiraan Cuaca Minggu 9 Februari 2020, Wilayah Bandung Raya akan Diguyur Hujan Ringan di Sore Hari

Ming Feb 9 , 2020
Prakiraan cuaca, Minggu 9 Februari 2020. Pagi pukul 07.00 WIB Kota Bandung diprakirakan akan berawan dengan suhu udara 25 derajat celcius. Kelembapan udara berada pada angka 75 persen pada pukul 07.00 WIB dengan kecepatan angin 10 km/jam dari arah barat. Pukul 10.00 WIB cuaca Kota Bandung diprakirakan akan berawan. Suhu […]
%d blogger menyukai ini: