Pemkot Cimahi Dukung Pengendalian KBU

Pemerintah Kota Cimahi telah berkomitmen untuk mendukung pengendalian bangunan di Kawasan Bandung Utara (KBU). Penegakan aturan penerbitan perizinan sampai penindakan pelanggaran dilakukan sebagai upaya perlindungan terhadap lingkungan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cimahi Amy Pringgo Mardhani, pada Kamis 13 Februari 2020 kemarin.

Gerakan penertiban yakni pemberian sanksi terhadap 6 titik bangunan di wilayah KBU Kota Cimahi akibat melanggar pemanfaatan ruang.

Satu titik lokasi kompleks perumahan sudah menyerahkan bidang lahan sebagai pengganti ruang terbuka hijau (RTH) yang sudah beralih fungsi menjadi kavling rumah.

Setelah penyerahan aset dan balik nama, maka perlu dilakukan perbaikan perizinan.

Sementara, titik bangunan lain yang melanggar aturan di KBH masih dalam proses penyelesaian sanksi.

Mengenai opsi moratorium perizinan di KBUyang dilontarkan Pemprov Jabar, lanjut Amy, perlu adanya pertimbangan dan memperhatikan dampaknya.

Pemkot Cimahi tengah bersinergi dengan Pemprov Jabar dan pemerintah pusat untuk menindak pelanggaran pemanfaatan ruang di KBU.

Wali Kota Cimahi Ajay M. Priatna meyebutkan, pertumbuhan penduduk di Kota Cimahi berimbas pada peningkatan kebutuhan rumah yang membuat alih fungsi lahan sulit dibendung.

Menurutnya, pemilik bangunan yang terindikasi melanggar aturan sudah menempuh prosedur perizinan. Tetapi, diperkirakan adanya pelanggaran pada perkembangannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pabrik Kosmetik Terbakar

Sab Feb 15 , 2020
Gedung dua lantai di area pabrik kosmetik PT Kino Indonesia terbakar, pada Jumat (14/2/2020) siang. Polisi telah menyelidiki sumber api yang melalap gedung yang berlokasi di Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kapolsek Cikembar AKP I Djubaedi menuturkan tak ada korban jiwa akibat kejadian kebakaran itu. Tetapi, enam pegawai pabrik […]
%d blogger menyukai ini: