Ayam Woku Pedas Khas Manado

Perpaduan rempah pilihan yang pas tentu saja akan menciptakan makanan yang lezat nan menggugah selera.

Salah satu masakan nusantara khas Manado seperti ayam woku.

Makanan yang satu ini memiliki ciri khas bumbu kuning pedasnya. Ditambah dengan rempah-rempah seperti daun jeruk, kemangi, pandan, menambahkan rasa dan aroma yang khas.

Berikut adalah resep ayam woku khas Manado.

Bahan bumbu :

– 3-4 batang serai, iris.

– 3 cm jahe, iris.

– 5 cm kunyit, iris.

– 4 cabai merah, iris.

– 6 cabai rawit.

– 2 buah kemiri.

Bahan lainnya:

– 1 ekor ayam negeri, potong menjadi 12-14 bagian.

– 2 batang serai.

– 15 daun jeruk.

– 1-2 buah tomat, iris.

– 3 daun pandan, iris.

– 4-5 batang daun bawang, iris.

– 250 gr daun kemangi.

– 400 ml air.

– 1 jeruk nipis (ukuran kecil).

– Gula, garam, lada, penyedap / kaldu jamur sesuai selera
– Minyak goreng secukupnya.

Cara pembuatannya:

Pertama-tama cincang halus (bertekstur) bumbu menggunakan blender.

Panaskan teflon, masukkan minyak.

Tumis bumbu seperti daun jeruk, dan serai geprek hingga matang dan benar-benar harum .

Masukkan tomat dan aduk hingga layu.

Lalu masukkan ayam, aduk hingga merata.

Masukkan gula, garam, lada, dan penyedap rasa atau kaldu jamur.

Kemudian masukkan daun pandan. Masak hingga bumbu meresap kedalam ayamnya. Tunggu hingga matang sempurna.

Selanjutnya, masukkan daun bawang, daun kemangi, dan perasan jeruk nipis. Aduk hingga semua tercampur merata.

Ayam woku pun siap disajikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pabrik Terbakar di Kawasan Cibaligo Cimahi, Kerugian Ditaksir Rp 3 Miliar

Sel Feb 25 , 2020
Kebakaran terjadi di PT Mulya Lestari Jalan Cibaligo No. 70 Kelurahan Utama Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi, pada Senin 24 Februari 2020. Kerugian mencapai Rp 3 miliar, satu orang pekerja mengalami kesulitan nafas saat membantu pemadaman sehingga harus diberi bantuan medis. Yadi Mulyadi selaku Komandan Regu 2 Damkar Cimahi, menuturkan, peristiwa […]
%d blogger menyukai ini: