Warga Diminta Tak Takut Ada Makam Korban Corona

Pemkot Bandung meminta pada masyarakat agar tak menolak jenazah positif Corona yang dimakamkan di suatu wilayah. Menurut medis, virus bernama lain Covid-19 akan hilang setelah jenazah dimakamkan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Laboratorium Kesehatan (Labkes) Kota Bandung Tati Sutarti. Ia menjelaskan jika virus Corona akan hilang pada jenazah terpapar Corona usai dimakamkan.

“Warga jangan takut, karena virus itu tidak begitu saja mudah ditularkan dari udara, tapi harus dengan droplet (percikan air liur),” ucap Tati, dilansir dari laman detikcom.

Ia menyampaikan, virus Corona membutuhkan media untuk menempel dan membutuhkan oksigen. Sehingga apabila ada yang meninggal karena terpapar virus dan langsung dimakamkan, otomatis virus akan menghilang.

“Kemudian kalau sudah dimakamkan virusnya juga akan segera mati dalam tanah karena tidak ada oksigen,” ungkapnya.

“Kalau masih ada oksigen, virus masih bisa bertahan hidup. Tapi kalau sudah dimakamkan, tidak ada oksigen tentu segera mati virusnya. Paling lama juga sekitar 8 jam dalam tubuh kalau sudah mati apalagi dimakamkan. Makam kedalamannya itu minimal 1,5 meter, itu sudah tidak ada oksigen,” lanjutnya.

Ia juga menegaskan proses pemulasaran terhadap jenazah positif Corona akan dilakukan secara khusus. Terlebih saat proses pemakaman, pihaknya akan memperhitungkan jarak dari pemukiman dan sumber mata air. Maka dari itu, Tati meminta pada masyarakat agar tak takut apalagi sampai menolak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Ratusan Pedagang Pasar Tradisional di Cianjur Tutup Sementara

Sen Apr 6 , 2020
Ratusan pedagang di Pasar Induk Pasirhayam Kabupaten Cianjur berhenti berjualan untuk sementara waktu. Pasalnya, wabah Corona dan isu tutupnya pasar membuat jumlah pembeli menurun. Dilansir dari laman detik.com, aktivitas perdagangan di pasar tradisional terbesar di Cianjur tersebut tak seramai biasanya. Kios dan Los nampak kosong ditinggal penjualnya yang berhenti berjualan. […]
%d blogger menyukai ini: