Pentingnya Urban Farming untuk Kemandirian Pangan Usai Pandemi

Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai aktivitas pertanian di wilayah urban atau urban farming berperan cukup penting dalam menyokong kemandirian pangan publik pascakondisi kahar seperti pandemi COVID-19.

“Ke depan, pascapandemi COVID-19 ada satu pelajaran penting yakni berkaitan dengan pertanian urban atau urban farming, melakukan aktivitas pertanian secara mandiri dengan lahan yang kecil di perkotaan,” ucap Bhima dalam diskusi daring di Jakarta.

Menurutnya, aktivitas urban farming merupakan upaya masyarakat perkotaan agar bisa memasok dan mempersiapkan kebutuhan pangannya sendiri dalam menghadapi kondisi kahar seperti COVID-19.

Mengenai apakah pandemi COVID-19 dapat memicu aktivitas deurbanisasi dengan masyarakat berbondong meninggalkan kota menuju desa, Ia menilai hal ini hanya bersifat sementara mengingat banyak warga yang kehilangan pekerjaan di kota-kota besar.

“Ketika nanti perekonomian kembali pulih dan lapangan pekerjaan dibuka maka mereka yang sebelumnya pulang ke desa atau kampung halaman akan kembali ke kota-kota besar,” ungkapnya.

Masalahnya belum diketahui sampai kapan pandemi ini akan segera berakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Seorang Karyawan Minimarket di Bandung Positif COVID-19

Rab Apr 29 , 2020
Seorang karyawan minimarket di Antapani, Kota Bandung, positif COVID-19. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna menyampaikan jika karyawan minimarket tersebut sudah diingatkan oleh pihak puskesmas agar segera melakukan isolasi. Namun, karena menurutnya sehat, ia memaksakan terus bekerja. Ema mennyebutkan pasien terindikasi positif COVID-19 bukan aib dan itu harus segera […]
%d blogger menyukai ini: