Sekolah Swasta Minta Pemprov Jabar Perjelas Makna Sekolah Gratis

Forum Komunikasi Kepala SMA Swasta (FKSS) Jabar meminta Pemprov Jabar maupun pemerintah kabupaten/kota untuk memperjelas makna sekolah gratis. Hal tersebut disebabkan terjadi salah paham di masyarakat akibat pejabat kerap  membuat pernyataan yang bersayap.

“Misalnya terkait SMAN/SMKN gratis itu harus dijelaskan secara jelas bahwa yg digratiskan itu hanya IBPD atau SPP,” ucap Ketua FKSS Jabar, Ade Hendriana kepada wartawan PR, Sarnapi, Jumat, 19 Juni 2020.

Menurutnya, siswa yang tak mampu dan digratiskan biayanya di SMA/SMK swasta faktanya adalah peserta didik kategori Rawan Melanjutkan Pendidikan limpahan dari sekolah negeri. “Itu pun jumlah siswanya tidak banyak hanya sekitar  4.000 peserta didik. Jadi di masyarakat terjadi salah faham,” ungkap dia.

Adanya pernyataan pemerintah yang kadang bersayap dan tak jelas, berpengaruh besar bagi sekolah negeri dan swasta.

“Muncul kesan kuat di masyarakat kalau sekolah negeri gratis, sedangkan siswa yang tidak mampu gratis di swasta. Ujung-ujungnya sekolah swasta jadi korban dari pernyataan tersebut,” ujarnya.

Apabila inginkan siswa tak mampu gratis di sekolah swasta, menurutnya, seharusnya tak bersyarat dengan harus mendaftar dulu ke sekolah negeri.

“Datang saja  langsung dan  mendaftar  ke sekolah swasta sebab sama-sama  dibiayai oleh Pemprov  Jabar. Toh sama saja peserta didik yang sekolah di sekolah negeri dan di sekolah swasta yakni masyarakat Jawa Barat,” ucapnya.

FkSS Jabar telah mendesak Pemprov dan Disdik jabar agar lebih memperhatikan masalah tersebut dan bukan mempertajam jurang antara sekolah negeri sekolah swasta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Wisata Lembang Telah Beroperasi, Pengunjung Luar Jawa Barat Masih Ditolak

Sab Jun 20 , 2020
Objek wisata di Lembang, Kabupaten Bandung Barat mulai mematuhi instruksi pemerintah daerah untuk membatasi kunjungan serta menerapkan protokol kesehatan. Hal tersebut dilakukan dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 memasuki fase Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Terdapat beberapa objek wisata di Lembang yang sudah mulai beroperasi sejak Sabtu, 13 Juni lalu. Tetapi, pngelola diwajibkan membatasi kunjungan sebanyak 30 persen dari kapasitas pengunjung […]
%d blogger menyukai ini: