Lepas 925 Juta Saham, Bank BJB Siap Rights Issue

Kantor Pusat Bank BJB

Emiten perbankan  PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJBR) bakal melakukan Penambahan modal dengan Hak memesan efek terlebih dahulu (PHMETD) atau rights issue kepada para pemegang saham dalam jumlah sebanyak-banyaknya 925 juta saham Seri B baru dengan nilai nominal Rp250 per saham.

Bank BJB akan meminta restu dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2020 yang akan diselenggarakan pada 6 April 2021 untuk aksi korporasinya tersebut.

Dijelaskan perseroan bahwa saham Seri B baru dengan nilai nominal Rp250 per saham atau sebesar 9,40% dari total jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan dengan harga yang akan ditetapkan dan diumumkan kemudian di dalam Prospektus PMHMETD dengan memerhatikan peraturan dan ketentuan yang berlaku.

“Jumlah saham yang akan diterbitkan tersebut bergantung pada keperluan dana Perseroan dan harga pelaksanaan PMHMETD,” jelas keterangan Direksi BJBR dalam keterbukaan Informasi BEI, pada Jumat (26/2/2021).

Rencana Perseroan untuk melakukan PMHMETD akan dilaksanakan segera setelah pernyataan pendaftaran dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan. Merujuk pada ketentuan Pasal 8 ayat (3) POJK No 32/2015, bahwa jangka waktu antara tanggal RUPST sampai dengan efektifnya Pernyataan Pendaftaran tidak lebih dari 12 bulan.

Sementara itu, diungkapkan perseroan bahwa seluruh dana yang diperoleh dari PMHMETD, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, akan dipergunakan seluruhnya oleh Perseroan untuk memperkuat struktur permodalan dalam rangka ekspansi kredit Perseroan. Rencana PMHMETD akan meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan sebanyak-banyaknya sekitar 9,40% dari modal ditempatkan dan disetor penuh saat ini untuk memperkuat struktur permodalan dalam rangka ekspansi kredit Perseroan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

bank bjb Gelar Akad Kredit Massal KPR FLPP di Indramayu

Sel Mar 2 , 2021
INDRAMAYU – Hunian menjadi salah satu kebutuhan pokok, namun realitanya, perumahan di Indonesia masih mengalami defisit pasokan. Kondisi ini membukakan peluang sekaligus tantangan bagi pelaku usaha maupun pemerintah untuk memenuhi kebutuhan hunian yang layak bagi penduduk. Tantangan hadir sebab tren harga properti yang selalu mengalami peningkatan setiap tahun berganti. Di sisi […]
%d blogger menyukai ini: